Langsung ke konten utama

Serupa Kabut

serupa kabut, rahasia demi rahasia, menutupi mata, siapa hendak menerka isyarat dingin menusuk sumsum tulang. o petualang sibaklah


jam-jam mendetikkan jarumnya menusuk ke dada waktu. aku terhuyung bertiktak tak henti. menuju puncak. menuju puncak. ah, letihnya


kalimatku telah demikian parau. membahasakan suara-suara bergalau. ini gebalau tak tentu. gebalau kacau menyamarkan pandangku.


suara berdengung. mendengung. mikropon rusak. spiker sengau. penjual obat dan kursi bersitegang di balik pintu menandak mabuk di atas meja.


serupa kabut. mengacau pandangku. menebal tebal di perjalanan waktu. o engkau sibakkan dengan cahaya. cahaya yang menerobos kebekuan!


Malang, 12 Juli 2011

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GELOMBANG

 Puisi: Nanang Suryadi gelombang laut garang gemuruh menderu deru melayar perahu melayar   gelombang demi gelombang nelayan tetap melaut melancar menyingkirkan takut   o, arus memusar o, badai menghantam akan reda saatnya   Malang, 30 Juni 2020  

Dari Kotagede hingga Tegalrejo

"aku ingin berjalan, menelusur jejak para leluhur," kata wisatawan sambil menunjuk peta kota Jogja.   lalu dia bercerita tentang trah riwayat, jalan-jalan yang dilalui, dari Kotagede hingga Tegal Rejo   sejarah mengalir serupa alir sungai Gajah Wong, Code, Progo, Boyong dan Gendol, tanpa tulisan waspada di musim hujan tiba   "berapa ongkos ke Tegalrejo dari sini?" kepada pengayuh becak yang tergagap melihat peta yang disorongkan ke hadapannya   dari Kotagede hingga Tegalrejo, imaji mengelilingi kota: Jogjakarta.   Malang, 2021  

Ruang Puisi Ruang Hati Ruang Sunyi: Antologi Puisi Kenangan

Ruang Puisi Ruang Hati Ruang Sunyi: Antologi Puisi Kenangan Adakah Kau Rasa Aku Merindu Apa Kabar Senja Bagaimana Dapat Kau Rasa Bagaimana Dapat Kugambarkan Bahagia Cintaku Dari Kerling Hening Di Ujung Setia Dinyalakan-Nya Halangi Langkah Kaki Jangan Jadi Duri Jika Cinta Hadir Kau Tahu Kudekap Engkau Kuingin Katakan Kumpulan Puisi Cinta Kunthi Hastorini Kutemu Senyummu Kutulis Lelaki Berpuisi LENGKUNG MIMPI Matamu Adalah Cahaya Purnama Bulan Menapak Jejak di Jalan Setapak Menemu Negeri Cahaya Pada Keping Yang Sama Puisi Puisi Berdua Puisi Cinta Puisi Cinta Berdua Puisi Cinta Kita Puisi Cinta Romantis Puisi Kunthi Hastorini Rahasia Danau Sajak Sangsi Sebagai Embun Sebagai Hujan Tafakur Lelaki Upacara Takdir Yang Digenapkan Ziarah Kenangan (2)