Langsung ke konten utama

Akulah Air

Akulah air yang mengalir dari hulu ke hilir. Mungkinkah airmatamu? Membawa remah sampah luka manusia hingga ke muara, hingga ke lautan penampung segala kesah segala susah 


Akulah air, akulah air, mengucur dari langit kenangan. Kenangmu pada airmata. Kenangmu pada cinta. Surga yang cahaya 


Akulah air yang menyangga perahu perahu pengelana, dari gemericik kecil menjelma sungai sungai membelah kotamu membawa pesan gunung kepada lautan membawa pesan mata air ke gelombang lautan 


Akulah air membawa saripati pegunungan, melarutkan garam kehidupan. Bagimu. Bagimu. Kupersembahkan cinta 


Akulah air. Akulah air mengalir dalam tubuhmu. Mengalir dari matamu


Sebagai cinta mengalir. Sebagai rindu mengalir ke muara cintanya. Akulah air. Airmatamu! 


Palembang, 2011

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GELOMBANG

 Puisi: Nanang Suryadi gelombang laut garang gemuruh menderu deru melayar perahu melayar   gelombang demi gelombang nelayan tetap melaut melancar menyingkirkan takut   o, arus memusar o, badai menghantam akan reda saatnya   Malang, 30 Juni 2020  

Dari Kotagede hingga Tegalrejo

"aku ingin berjalan, menelusur jejak para leluhur," kata wisatawan sambil menunjuk peta kota Jogja.   lalu dia bercerita tentang trah riwayat, jalan-jalan yang dilalui, dari Kotagede hingga Tegal Rejo   sejarah mengalir serupa alir sungai Gajah Wong, Code, Progo, Boyong dan Gendol, tanpa tulisan waspada di musim hujan tiba   "berapa ongkos ke Tegalrejo dari sini?" kepada pengayuh becak yang tergagap melihat peta yang disorongkan ke hadapannya   dari Kotagede hingga Tegalrejo, imaji mengelilingi kota: Jogjakarta.   Malang, 2021  

Ruang Puisi Ruang Hati Ruang Sunyi: Antologi Puisi Kenangan

Ruang Puisi Ruang Hati Ruang Sunyi: Antologi Puisi Kenangan Adakah Kau Rasa Aku Merindu Apa Kabar Senja Bagaimana Dapat Kau Rasa Bagaimana Dapat Kugambarkan Bahagia Cintaku Dari Kerling Hening Di Ujung Setia Dinyalakan-Nya Halangi Langkah Kaki Jangan Jadi Duri Jika Cinta Hadir Kau Tahu Kudekap Engkau Kuingin Katakan Kumpulan Puisi Cinta Kunthi Hastorini Kutemu Senyummu Kutulis Lelaki Berpuisi LENGKUNG MIMPI Matamu Adalah Cahaya Purnama Bulan Menapak Jejak di Jalan Setapak Menemu Negeri Cahaya Pada Keping Yang Sama Puisi Puisi Berdua Puisi Cinta Puisi Cinta Berdua Puisi Cinta Kita Puisi Cinta Romantis Puisi Kunthi Hastorini Rahasia Danau Sajak Sangsi Sebagai Embun Sebagai Hujan Tafakur Lelaki Upacara Takdir Yang Digenapkan Ziarah Kenangan (2)