Jumat, 14 Oktober 2011

Di Pagi Hari

Kabut menyapa jalan-jalan. Kabut masih menunggu cahaya, yang akan menjemput. Bersama senyum matahari.

Di gigil udara, puisi mendaras embun ingatan, hingga cahaya menghangatkannya

Bulan di puncak bukit. Perlahan sembunyi. Ucapkan selamat pagi kepada matahari 

Jalan-jalan masih menyisakan cahaya lampu, yang tak tertidur sepanjang malam. Selamat pagi. Tidurlah segera, kata matahari 

Malang, 15 Agustus 2011

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar