Huruf yang Letih dan Kesunyian Penyair

menatap huruf huruf yang letih,
biarlah tertidur dalam istirah,
biar lelah lebur dalam sunyi yang mendalam

para penyair berumah di dalam puisi,
berdiam dalam sunyi

di dalam sunyi
penyair membaca makna
rahasia diri

di dalam sunyi
penyair menghikmati cinta
menghidmati rindu,

keabadian dan kebenaran sejati

Malang, 16 Agustus 2011


Komentar

Google+ Followers

Pengikut

Kicauan

Postingan populer dari blog ini

Sajak Yang Bersyukur dan Merdeka

Sajak-sajak yang hendak dibaca lagi

Ruang Puisi Ruang Hati Ruang Sunyi: Kumpulan Puisi Terbaik Nanang Suryadi 2011 - 2012